Lagi, Kantor Bea Cukai Kudus Musnahkan 6.5 Juta Batang Rokok Ilegal

oleh -262 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bertempat di arena Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Jalan Lingkar Timur Nomor 216, Megawon, Kecamatan Jati yang baru di resmikan. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus memusnahkan rokok ilegal serta barang bukti lainnya.

Rokok dan barang-barang ilegal yang dimusnahkan tersebut terdiri dari dari alat pemanas 15 buah, pita cukai palsu 4.579 keping dengan total berat sekitar 11 ton. Keseluruhan rokok ilegal tersebut merupakan hasil penindakan Bea Cukai Kudus periode Februari sampai dengan Juli 2020.

Pemusnahan rokok ilegal tersebut dilakukan secara simbolis seusai acara peresmian Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Jalan Lingkar Timur Nomor 216, Megawon, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

“Ada 6,5 juta batang rokok beserta barang bukti lain yang nilainya mencapai Rp5,1 miliar. Adapun potensi kerugian negara Rp 3,1 miliar yang dihitung berdasarkan nilai cukai, PPN hasil tembakau, dan pajak rokok yang seharusnya dibayar,” ungkap Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo.

Lebih lanjut, Gatot membeberkan setelah pemusnahan secara simbolis, sisa rokok ilegal tersebut akan dimusnahkan dengan cara ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kabupaten Pati.

Pihaknya mengaku kesulitan untuk mendapatkan barang bukti rokok ilegal tersebut lantaran mayoritas yang ditemukan di lapangan rata-rata hanyalah kurir.

Jutaan barang bukti rokok ilegal saat dilakukan pembakaran secara simbolis di arena KIHT Kudus (Foto: YM)

“Kami mendapatkan barang bukti rokok ilegal cukup banyak, hanya saja kami kesulitan menangkap pemilik modalnya karena mayoritas yang kami temukan di lapangan merupakan kurir,” ungkapnya.

Bea Cukai Kudus, lanjut Gatot, akan turut bersinergi dalam pembuatan KIHT di Kabupaten Kudus guna menekan angka produsen rokok ilegal. Pihaknya berkomitmen akan terus melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal yang ada di Kota Kretek.

“Sampai saat ini kami masih mengawasi setidaknya 96 pabrik rokok yang aktif dan legal. Jumlah ini mengalami penurunan drastis dari data tahun 2006 silam dengan total mencapai 2.000 pabrik,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.