Musim Hujan, Nelayan Khawatir Pembangunan Pelindung Pantai Molor

oleh -304 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Nelayan di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, saat ini sedang dibangun Pelindung Pantai dengan pemecah gelombang (Concrete –red) di muara sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jepara tersebut.

Namun dari pantauan di lapangan, Kamis (23/11/2017) pagi, proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, kini terancam molor. Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya selesai 10 Desember 2017 mendatang, kini masih pada tahap pembuatan base beton atau gorong-gorong.

Seperti yang diungkapkan Koordinator Kelompok Nelayan Makmur Sentosa Desa Puncel, Darmin. Meski pihaknya menyambut baik pembuatan Concrete Breakwater tersebut, namun dia mengaku, was-was jika bangunan pemecah gelombang tersebut tidak segera selesai.

“Ini kan sudah mulai musim hujan, takutnya nanti terjadi banjir. Atau karena kondisi alam lainnya yang bisa mengganggu proses pengerjaan proyek. Mengingat, saat ini para pekerja masih menyelesaikan pembuatan beton,” ungkapnya.

Ditambahkan, bangunan yang seharusnya akan dibangun sepanjang 2 x 126 meter itu, kini belum menyelesaikan separuh pekerjaan. Padahal, sudah dibangun sejak akhir September lalu. Sehingga, ditakutkan belum selesai sesuai waktu yang ditentukan.

“Jika dilihat, paling baru 20 persen pekerjaan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. Beruntung, saat ini masih musim baratan sehingga ombak di sini relatif kecil,” sambungnya.

Darmin berharap, dengan dibangunnya pemecah gelombang masalah sedimentasi yang bertahun-tahun menghantui nelayan bisa diatasi. Pasalnya, setiap akan melaut harus melintasi muara sungai yang dangkal. Sehingga, para nelayan harus mendorong perahu mereka hingga ke perairan yang tidak agak dalam.

”Biasanya nelayan harus menambatkan perahu di bibir pantai jika tidak bisa melaui muara yang dangkal. Terlebih, musim timuran yang biasanya datang pada Maret hingga Agustus, menjadi masa yang dinanti nelayan karena hasil tangkapan ikan melimpah. Sehingga harapannya, sebelum Maret pemecah gelombang sudah selesai dibangun,” bebernya.

Dari papan informasi yang ada di lokasi, proyek tersebut sudah dimulai sejak 27 September dan harus menyelesaikan pekerjaan selama 75 hari kerja. Proyek yang digarap oleh PT Nur Ihsan Munasamulia asal Tangerang tersebut, berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengatasi masalah pendangkalan di muara Sungai Puncel. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.