Penyegelan Kandang Ayam Glagah Kulon, Satpol PP Dituding Bertindak Lampaui Batas

oleh -2.338 kali dibaca
Achmad Triswadi SH, Kuasa Hukum pemilik kandang ayam petelur di Desa Glagah Kulon, Dawe, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Buntut penyegelan kandang Ayam milik Imam Sofi’i warga Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus berujung pada gugatan ke PTUN.

Hal itu disampaikan oleh penasehat hukum Imam Sofi’i, Achmad Triswadi, SH, MH, saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah awak media terkait penyegelan usaha kandang ayam milik kliennya tersebut.

“Tak hanya itu akibat dari penyegelan tersebut kini justru ribuan ekor ayam yang ada dalam kandang yang tersegel tersebut mulai kelaparan dan mati, justru kini timbul masalah baru yakni munculnya bau bangkai ayam di kawasan tersebut,” terang Triswadi, Senin (15/03/2021).

Itu menurutnya, menunjukkan satpol PP tak memiliki konsep penindakan yang pas, kemana seharusnya ayam-ayam itu diamankan pasca penyegelan, sehingga tidak menjadi permasalahan baru dengan kematian ayam-ayam tersebut dari hari kehari yang berdampak pada bau dan kesehatan lingkungan setempat.

“Tak ada perikehewanan, ayam-ayam dilempar dari ketinggian dua meter, sementara itu merupakan jenis ayam petelur yang tak pintar menapak dengan kakinya saat dilempar dari atas, sehingga ayam stres dan tak mau makan,” kata dia.

Tapi yang lebih urgen bukan itu, terangnya, substansi surat yang menjadi dasar penutupan kandang ayamnya juga dinilai melampaui batas. Pertama, dia mengaku pendirian peternakan ayam petelur milik kliennya telah mendapat persetujuan dari warga sekitar dan Pemerintah Desa Glagah Kulon pada 1 Oktober 2016 silam.

Selanjutnya, pada akhir tahun 2019 muncul surat aduan warga mengenai bau menyengat dan lalat akibat aktivitas kandang ayam petelur. Dalam surat aduan ini, pemilik mencurigai adanya dugaan pemalsuan tanda tangan sejumlah warga. Sehingga surat tersebut dinilainya tidak sah.

“Tiga tanda tangan aduan itu kami duga dipalsukan oleh oknum. Atas hal itu kami sampaikan aduan tindak pidana ke Polda Jateng tertanggal 21 Januari 2021 dan kami serahkan tanggal 29 januari 2021. Kami juga sudah menerima tanda terima dari Polda Jateng biar nanti polisi yang menyelidiki,” katanya Senin (15/03/2021).

Diterangkannya, Surat Aduan Warga yang di dalamnya terdapat tanda tangan yang diduga dipalsulan tersebut, oleh Kepala Desa Glagah Kulon dipergunakan sebagai dasar pembuatan surat bernomor : 660.3.2/66/32.08.6/2019 Tanggal 19 Desember 2019.

“Isinya perihal keberatan, ditujukan kepada Camat Dawe dengan tembusan masing – masing disampaikan kepada : Kepala PKPLH Kab. Kudus, Kepala Satpol PP Kab. Kudus, Kepala DKK Kab. Kudus, Kapolsek Dawe, Komandan Koramil Dawe, dan Ketua BPD Desa Glagah Kulon,” ungkapnya.

Soal kandang ayam yang tidak berizin, Triswadi mengatakan kandang ayam milik kliennya masuk kategori peternakan rakyat. Sehingga tidak perlu mendaftarkan usahanya ke Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kapasitas ayam dikandang tersebut tidak lebih dari 12.100 ekor. Sehingga tidak perlu mendaftar izin usaha peternakan. Jumlahnya 3.800 an itu masih tergolong peternakan rakyat (UMKM). Bukan perusahaan,” ucapnya.

Kemudian surat peringatan dan penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kudus tidak sesuai prosedur.

“Saat penyegelan diberita acara pun menurutnya, jelas hanya tertera langkah – langkah penyegelan dan tidak ada kegiatan lain seperti perlakuan kepada ayam yang kurang tepat sehingga mengakibatkan ratusan ayam mati,” tuturnya.

Seharusnya hanya ada penyegelan, karena dalam berita acara tidak ada agenda lain seperti pengeluaran ayam. “Sehingga tidak menimbulkan kerugian materil dan masalah baru seperti ini,” ucapnya.

Karena ada kerugian materiil dan imateriil pihaknya akan melakukan gugatan ke PTUN pada pekan depan terkait surat dari Satpol PP akan diujikan sah atau tidaknya.

Kemudian pihaknya juga akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Kudus.

“Sedikitnya ada kerugian materiil sekitar Rp 500 juta, imateriil nanti menunggu perkembangan. Kami akan juga laporkan ke Polda Jateng atas tindak melampui batas ini, karena ada barang rusak, hingg kematian populasi,” pungkasnya.

Atas dasar ini, lanjutnya, pemilik kandang mengajulan gugatan ke PTUN Semarang. Tak hanya itu, pihaknya juga berencana melaporkan kejadian ini ke Polda Jateng. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.