Peringati Hari Lingkungan Hidup, MLH PDM Kudus Gelar Aksi Bersih Kali Serut Mijen Kaliwungu

oleh -251 Dilihat
Sejumlah relawan dari berbagai lembaga, gotong royong bahu membahu membersihkan badan air sungai sSerut di Desa Mijen, Kaluwungu, Kudus, Kamis 29/05/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menggelar aksi bersih-bersih sungai atau resik-resik di Kali Serut, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Kamis (29/5/2025).

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan aktivis lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga menggandeng berbagai unsur masyarakat dan lembaga pemerintah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah relawan dari Muhammadiyah Disaster Management (MDMC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Lazismu, pengurus PDM, Aisyiyah, PRM dan warga serta pemerintah desa setempat. Dinas PKPLH dan pihak Kecamatan Kaliwungu turut memberikan dukungan langsung.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan sampah di aliran Kali Serut sebagai langkah konkret dalam upaya normalisasi sungai dan pencegahan bencana banjir, serta penyakit yang rentan menyebar di lingkungan kotor seperti demam berdarah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir meninjau langsung aksi bersih-bersih tersebut memberikan apresiasi atas antusiasme dan kolaborasi antar elemen masyarakat. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan.

“Kita sudah berkali-kali membersihkan kali ini, dan ini baru yang ketiga. Tapi tidak akan berhenti di sini, karena kita ingin kondisi sungai benar-benar bersih. Pemerintah hadir, alat bisa dipinjam, nanti tinggal koordinasi dengan PUPR,” kata Sam’ani.

Selain pembersihan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, menyampaikan bahwa aksi resik-resik dilakukan di tujuh titik sepanjang Kali Serut. Dua unit alat berat diturunkan untuk mempercepat normalisasi sungai yang telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan tumpukan sampah.

“Kami harap aksi ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai,” jelas Satria.

Ketua panitia kegiatan, Abdul Mukhlis, menuturkan bahwa kepedulian warga terhadap lingkungan masih rendah. Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai, sehingga dibutuhkan upaya bersama yang lebih masif.

“Karena itu kami libatkan semua unsur: relawan, kampus, pemerintah desa, dan masyarakat umum. Kalau tidak digerakkan bersama, masalah ini akan terus berulang,” tegas Muklis yang juga ketua MLH PDM Kudus.

Dari pantauan di lapangan, sekitar 300 orang terlibat langsung dalam aksi resik-resik kali ini. Mereka bahu-membahu mengangkat sampah, memotong semak liar di bantaran kali, hingga mengarahkan alat berat untuk pengerukan sedimen. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.