PITI Kudus Salurkan 500 Kantong Beras dan Masker Bagi Warga Terdampak Covid

oleh -364 Dilihat
Sejumlah warga berdatangan di rumah ketua PITI Kudus H Peter Mohammad Faruq untuk menukar kupon dengan beras (Foto: YM)

Kudus,  isknews.com -Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) pusat, salurkan bantuan berupa 500 kilogram beras dan ratusan masker kepada warga Kudus. Hal tersebut merupakan upaya membantu warga yang terdampak atas kasus covid-19 di Kudus yang belum juga usai. Beras kemudian dikemas dalam kantong berisi 10 Kg dan sepaket masker untuk dibagikan kepada 500 warga.

Menurut ketua PITI Kudus, Peter Mohammad Faruq yang juga anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kudus,  beras tersebut merupakan sumbangan dari para pengusaha tionghoa NKRI yang dipercayakan kepada sejumlah pihak untuk didistribusikan termasuk kepada organisasi PITI yang dipimpinnya.

“Ini bukanlah kegiatan bakti sosial pertama PITI Kudus, sebelumnya kami juga telah menggelar kegiatan Baksos PITI, termasuk saat apel besar pasukan TNI-Polri kala Covid gelombang pasca lebaran merebak di Kudus, Sabtu (28/06/2021).

Ketua PITI KUdus, H Peter Mohammad Faruq (foto:YM)

Dijelaskan oleh Peter, bantuan tersebut tidak hanya datang dari pengusaha Tionghoa yang beragama islam. Untuk pada tahap awal ini pembagian beras kami utamakan untuk warga Kecamatan Kaliwungu atau yang ada di sekitar kediamannya yang kebetulan terdampak pandemi Covid-19.

“Seperti pegawai yang dirumahkan atau kena PHK, lansia, hingga janda,” ujar Peter saat ditemui di kediamannya yang berada di Jalan Kudus Jepara, Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu,

Peter berharap, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban masyarakat hingga kini masih beroperasi pandemi Covid-19.

“Ke depan ini bisa berlanjut, karena bantuan ini sudah berlangsung beberapa kali di beberapa titik di Kudus,” tambahnya.

Dari pantauan media ini, sejak pagi orang-orang silih berganti menukarkan kupon pengambilan bantuan berisi paket beras. Dengan menerapkan protokol kesehatan, warga yang datang diwajibkan memakai masker dan harus menjaga jarak.

“Ke depannya, kegiatan ini akan berlanjut. Cuma sampai kapan kita tidak tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, Miati, perempuan janda yang kali itu datang mengambil paket bantuan yang disiapkan merasa sangat berterimakasih atas apa yang diberikan kepadanya. Dengan nada suara bahagia, ia terlihat sangat senang dengan paket beras yang ada di tangannya.

“Rasanya senang sekali, terimakasih. Yang awalnya tidak bisa makan, sekarang jadi bisa makan,” katanya.

Tidak berbeda jauh, Listya, seorang warga dari Kedungdowo, merasa senang bisa mendapat bantuan tersebut. Dengan bantuan yang ia dapat, Listya akan memanfaatkannya dengan baik-bai dan bisa membantunya.

“Dan juga saya berharap, kasus covid-19 di Kudus ini bisa segera cepat pergi,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.