PPDB SD di Kudus Boleh Secara Offline dengan Prokes Ketat, SMP Wajib Online

oleh -401 views
Ilustrasi seorang siswa SD saat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar di Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Jelang tahun ajaran baru dan penerimaan murid baru di sejumlah sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada mengatakan bahwa, PPDB SD boleh digelar secara offline dengan penerapan protokol kesehatan ketat sedangkan PPDB SMP dilakukan secara online.

” Kami memiliki sejumlah pertimbangan dalam menentukan kebijakan ini. Pendaftaran siswa baru untuk jenjang SMP kita mulai besok tanggal 21 Juni 2021. Dilakukan secara online semuanya,” katanya Selasa, (08/06/2021).

Tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus saat ini membuat PPDB tingkat SMP tetap digelar secara online seperti tahun sebelumnya.

“Calon peserta didik SMP banyak. Jadi tidak memungkinkan jika digelar secara offline. Karena bisa memicu kerumunan massa. Makanya tahun ini tetap digelar secara online,” jelasnya.

Terlebih di era modern seperti ini, para calon peserta didik jenjang SMP dinilai pihaknya cukup mahir mengoperasikan internet. Sehingga mampu melakukan pendaftaran secara online mandiri.

Sementara untuk jenjang SD, Harjuna menuturkan pihaknya masih membolehkan SD menggelar PPDB secara offline. Dengan pertimbangan, calon peserta didik di jenjang tersebut tidak terlalu banyak.

“Sekarang semua sistem zonasi. Kalau SD paling yang daftar warga sekitar sekolah. Itupun jumlahnya tidak banyak,” terangnya.

Kendati diperbolehkan melakukan pendaftaran peserta didik secara offline. Harjuna menegaskan pihaknya telah berpesan pada para kepala SD di Kudus untuk menggelar kegiatan PPDB dengan protokol kesehatan ketat.

“Saya sudah pesan, yang datang (daftar sekolah) harus pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan kapasitasnya diperhatikan,” tuturnya.

Disinggung mengenai wacana pembelajaran tatap muka di awal tahun ajaran baru. Harjuna menegaskan seluruh SD dan SMP di Kudus telah siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Bahkan sampai saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih intens menggelar kegiatan vaksinasi pada guru. Hanya saja, pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai hal itu. Mengingat angka kasus Covid-19 di Kudus cukup fluktuatif.

“Kita lihat saja nanti perkembangan Covid-19 di Kudus bagaimana,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :