Rakor Berlangsung Panas, Dituding Lemah dan Tak Transparan, Ketua KONI Kudus Didesak Mundur

oleh -399 Dilihat
Suasana panas, Ketua Pengkab POBSI Pradipta Adi Nugraha sempat direlai oleh sejumlah peserta rapat saat berdebat dengan ketua KONI Sulistyanto, Jumat, 23/05/2025 (Foto: Joss)

Kudus, isknews.com – Rapat koordinasi pra-Porprov yang digelar di sekretariat KONI Kudus, Jumat (23/5/2025) malam berlangsung panas.

Pradipta Adi Nugraha, Ketua Pengkab Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia ( POBSI) Kudus yang mengaku mewakili sejumlah pengurus Pengkab cabang olahraga di Kudus lainnya, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Ketua KONI Kudus, Sulistyanto.

Dengan nada tinggi, Pradipta mempertanyakan kinerja dan komunikasi internal KONI menjelang pelaksanaan Porprov. Ia menyebut bahwa pengurus Pengkab tidak diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi mereka.

“Tadi rencananya kan rapat ini membahas berkas untuk melengkapi pra-porprov dan porprov. Tapi kenyataannya, kita yang mau bertanya saja tidak diperbolehkan. Saya sampai didatangi Pak Sulis dan dan sempat terjadi kegaduhan?” kata Pradipta.

Ia juga mempertanyakan keabsahan dan mekanisme penyusunan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) yang menurutnya dilakukan tanpa melibatkan seluruh pengurus.

“Apakah NPHD itu benar-benar dirapatkan bersama pengurus dan bendahara? Atau hanya disusun sendiri? Kan kasihan pengurus yang tidak tahu apa-apa, termasuk Pengkab-Pengkab,” lanjutnya.

Pradipta menilai, minimnya komunikasi dan koordinasi dari Ketua KONI justru menyulitkan persiapan cabang olahraga menjelang Porprov. Ia bahkan menyarankan agar KONI Kudus sementara waktu divakumkan.

“Kalau memang Pak Sulis sudah tidak mampu dan tidak kuat, lebih baik mundur saja. Supaya jalannya lancar, kasihan Pengkab-Pengkab. Daripada Ketua KONI menyuruh kami demo, lebih baik diserahkan saja ke Dinas. Kami hanya mau bertanya soal kesiapan data, anggaran, dan teknis pelaksanaan. Tapi malah dilarang,” ujarnya.

Menurut Pradipta, selama kepemimpinan Ketua KONI saat ini, Pengkab baru dua kali diajak berkumpul. Pertama saat acara halal bihalal, dan kedua malam ini.

“Bayangkan saja, Pengkab di Kudus ini ada 52. Kalau anggaran cuma 2,5 miliar, sementara untuk sekretariat, tunjangan, dan staf KONI saja sudah menyedot banyak, kami Pengkab dapat apa? Itu yang kami tanyakan, tapi malah dianggap tidak sopan,” ujarnya kecewa.

Ia juga mengungkapkan bahwa suasana rapat sempat memanas hingga nyaris terjadi tindakan fisik terhadap dirinya.

“Saya tadi hampir saja dipukul. Saksi banyak. Saya tadi benar-benar emosi, karena kami hanya ingin tanya baik-baik,” ujarnya.

Pradipta juga menyoroti soal idealnya persiapan Porprov yang seharusnya dimulai sejak satu hingga dua tahun sebelumnya. Namun nyatanya, hingga saat ini masih banyak hal mendasar yang belum jelas.

“Kita baru diminta data sekarang, padahal harusnya dari dulu sudah disiapkan. Praporprov itu bukan hal sepele, perlu persiapan matang. Bukan asal minta data tanpa kejelasan,” tegasnya.

Usai rapat, Ketua KONI Kudus Sulistyanto yang dikonfirmasi awak media menanggapi dinamika yang terjadi di arena rakor malam itu.

Ia menyebut bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan persiapan Porprov sesuai agenda.

“Agendanya memang Rapat Koordinasi Pra Porprov, semua Pengkab sudah kami kumpulkan malam ini sesuai undangan. Tujuannya ya pembahasan pra-porprov. Kalau ada dinamika di luar tema, ya itu kita sesuaikan porsinya,” terang Sulis.

Disebutnya, terkait anggaran, memang faktanya belum turun. Tapi bukan berarti tidak ada komunikasi. karena pihaknya juga sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa tudingan dirinya memobilisasi anggota untuk melakukan demo ke Pemkab dan lembaga terkait untuk meminta tambahan anggran seperti yang sempat ditudingkan oleh beberapa pihak, adalah bukan ajakan berdemo dalam arti leterlek.

“Saya bilang ayo bareng-bareng, maksudnya kita koordinasi bareng kepada para pemangku kebijakan, bukan demo. Supaya aspirasi bisa disampaikan bersama-sama,” ujarnya.

Terkait pernyataan agar KONI divakumkan, Sulistyanto menolak memberikan komentar lebih jauh.

“Kalau itu, saya tidak mau berkomentar,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.