Seluruh Pompa Polder Tanggulangin Dioptimalkan Antisipasi Debit Tinggi Kali Wulan

oleh -280 kali dibaca
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat mendengar penjelasan dari Staf Dinas PUPR terkait mekanisme pompa penyedot air di sungai Wulan (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sebagai antisipasi peningkatan debit kiriman dari utara dan Sungai Wulan, pompa polder Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati disiapkan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi genangan di tiga desa yakni Jati Wetan, Tanjungkarang dan Jetiskapuan, Kecamatan Jati.

Sayangnya, dari tiga pompa yang ada, satu pompa sudah tidak aktif sejak tahun 2007 karena mengalami kerusakan,  sementara hanya dua pompa yang masih bisa digunakan.

Tetapi dari dua pompa yang masih  aktif itu, sekitar akhir November 2020 lalu satu pompa mengalami kerusakan. Kini setelah diperbaiki dan siap untuk dioperasikan malah kembali mengalami kendala yakni ada kabel panel yang terkelupas dan bisa membuat kerusakan semakin parah.

Apalagi kini sudah memasuki musim penghujan, harapannya dua pompa itu bisa dimaksimalkan bila terjadi banjir di tiga dukuh itu.

Saat melakukan peninjauan di pompa Air Tanggulangin, Plt Bupati Kudus HM Hartopo meminta kepada Plt kepala Dinas PUPR Kudus, Arif Budi Siswanto agar pompa penyedot banjir ini segera dilakukan perbaikan. Termasuk pompa yang sejak tahun 2007 lalu rusak agar segera dilakukan perbaikan pula.

“Harapannya, bila ketiga pompa ini berfungsi kembali dengan baik maka akan bisa dimaksimalkan bila ketiga dukuh ini mengalami banjir. Apalagi ini sudah memasuki bulan Januari yang kemungkinan curah hujan akan tinggi,” kata Hartopo, Kamis (07/01/2021).

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Kudus, dilokasi tersebut menjelaskan, dengan cepatnya perbaikan pompa penyedot banjir ini, maka diharapkan dapat mengurangi potensi banjir ditiga wilayah dukuh tersebut.

“Masing  masing pompa penyedot banjir ini memiliki kemampuan membuang air sebesar 300 liter per detik,” katanya.

Menurutnya, wilayah  desa Jati Wetan kecamatan Jati, yakni di tiga dukuh Tanggulangin, Gendok dan Barisan bila memasuki musim hujan apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi maka selalu banjir.

“Karena tiga dukuh itu berada diwilayah cekungan dan rendah sehingga menjadi tumpuan pembuangan air dari wilayah perkotaan ke sungai Wulan. Bila debit air Kali Wulan tinggi dan sungai Kencing penuh maka tiga wilayah itu dipastikan akan kebanjiran,” terangnya.

Untuk itu pihaknya memang perlu memaksimalkan ketiga pompa tersebut guna memompa air sungai Kencing untuk disedot dan dibuang ke sungai Wulan.

“Untuk antisipasi banjir,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.