Semarak, Warga Dusun Conge Ngembalrejo Kembali Gelar Kirab Budaya dan Sedekah Bumi

oleh -221 kali dibaca
Ratusan warga berebut isi gunungan dalam sedekah bumi di Dusun Conge, Ngembalrejo, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Setelah sempat tak diselenggarakan selama masa pandemi Covid-19, kembali para tokoh masyarakat Dusun Conge Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, Kudus menggelar kegiatan yang sudah menjadi agenda Budaya di wilayah Desa tersebut, Rabu (15/06/2022).

Ratusan warga baik para peserta maupun penonton, sempat berdesakan berebut gunungan hasil bumi dalam tradisi Sedekah Bumi yang digelar warga.

Panitia Kirab Budaya Dusun Conge 2022, Jayadi mengatakan, pagelaran itu merupakan yang pertama kali semenjak merebaknya pandemi COVID-19.

“Dan persiapan cukup mendadak mengingat cuma 8 hari, Mas,” kata Jayadi saat ditemui, Rabu (15/6/22).

Kendati demikian, lanjut Jayadi, semua elemen masyarakat terlibat dan cukup mendukung.

Sejumlah remaja peserta kirab Sedekah Bumi, Dusun Conge Ngembalkulon, Bae Kudus (Foto: YM)

“Ya dari karangtaruna, dari tokoh masyarakat, pemuka agama, serta pemdes sama-sama mendukung. Karena itu, walaupun persiapannya cuma sebentar. Tapi semua berjalan dengan lancar tanpa suatu hambatan apa pun yang berarti,” tutur Jayadi.

Jayadi juga menceritakan alasan mengapa diadakannya sedekah bumi di Dusun Conge, Kecamatan Ngembalrejo, Kudus.

“Jadi sebelum daerah sini padat dengan penduduk, mengambilnya airnya itu di sendang Dusun Conge ini,” tuturnya.

Acara kirab budaya sendiri, lanjut Jayadi, merupakan puncak dari peringatan sedekah bumi warga Dusun Conge.

Kegiatan ini dilakukan pada bulan Apit pada penanggalan Jawa, dengan mengarak hasil bumi yang mereka tanam selama satu tahun. Saat ini lah mereka melakukan bersedekah kepada warga dengan membagi-bagikan rejeki berupa hasil bumi tersebut.

Jayadi menambahkan, agenda kirab budaya di antaranya yaitu ritual doa seperti khotmil Qur’an dan pembacaan manakib lalu istighosah secara masal di sendang.

“Terus hari ini, mulai pukul 13.00 sampai 16.00 ada kirab budaya. Terakhir nanti, habis Maghrib ada ‘kenduri’ dan lalu ada hiburan musisi dari Tayu Pati,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat baik. Bahkan di luar ekspektasi. 

“Mungkin karena pandemi sudah mereda. Yang sebelumnya terkurung 2 tahun, jadinya masyarakat haus hiburan,”

Masyarakat yang turut serta meramaikan agenda tersebut kurang kebih 1000 orang. Sebab, tidak hanya warga Dusun Conge, tetapi juga ada dari dusun lain dan bahkan warga desa lain.

“Untuk anggaran semua elemen masyarakat turut serta berkontribusi hingga diperkirakan sampai menyentuh angka Rp 30jt” katanya.

Dengan adanya agenda ini, lanjut Jayadi, diharapkan mampu menjalin silaturahim khususnya desa Ngembalrejo. 

“Kedua kedepan menjadi lebih baik dari tahun ini. Untuk para generasi muda untuk nantinya meneruskan dan lebih bersemangat dan bisa lebih nguri-nguri sejarah dan budayanya,” pungkas Jayadi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.