Sempat Ngumpet WC, Operasi Pekat Satpol PP Kudus Ciduk Tiga Pasangan dari Rumah Kos Bae

oleh -154 Dilihat
Tiga pasangan bukan suami isteri yang terciduk oleh operasi Pekat Satpo PP sedang berduaan di kamar kos yang terkunci (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Gelar operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kudus menyasar sejumlah kos-kosan yang ada di wilayah Kudus. Hasilnya, sebanyak tiga orang pasangan muda-mudi terjaring razia di sebuah rumah kos yang berada Kecamatan Bae, Kudus, Kamis (16/3/2023).

Ketiga pasangan bukan suami isteri yang terciduk itu, kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Kudus untuk dilakukan pendataan dan juga dimintai keterangan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Kholid Seif mengatakan, pada hari ini pihaknya melakukan operasi pekat yang di khususkan di Kecamatan Bae. Dimana dalam operasi itu kami menemukan tiga pasangan ini di sebuah kamar indekos yang tertutup rapat.

“Mereka terciduk razia saat pihaknya menggelar razia penyakit masyarakat. Saat diamankan, mereka tengah asyik berduaan di kamar yang tertutup rapat. Bahkan, satu diantaranya bahkan baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar Kholid.

Saat petugas mendatangi kamar yang digunakan mereka, ketiganya beralasan hanya sekedar bermain saja. Bahkan ada yang mengaku sebagai teman sekolah yang sedang bertemu kembali.

Lebih lanjut, bahkan ada beberapa diantara mereka itu tengah bersembunyi di dalam kamar mandi kos. Akan tetapi, lantaran kartu identitasnya itu di tinggal di kamar kos, akhirnya mereka ketahuan oleh petugas.

“Ada yang sembunyi di kamar mandi tadi. Karena KTP dan tasnya tergeletak di kamar ya kami tunggu saja sampai dia keluar dari kamar mandi kos itu,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ketiganya dibawa ke kantor Satpol PP Kudus untuk menandatangani surat keterangan supaya tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Setelah menandatangani surat tersebut, ketiga muda-mudi itu diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Kami sangat terbuka dengan aduan masyarakat, penindakan kali ini juga berdasarkan aduan dari masyarakat. Jadi ini dapat mempermudah kami dalam melacak dan menindak penyakit-penyakit masyarakat di Kabupaten Kudus,” terang dia.

Masih kata Kholid, saat melakukan penindakan,pihaknya pastikan tidak ada tebang pilih. Semua tempat-tempat yang berpotensi muncul penyakit masyarakat akan terus dipantau apalagi ini menjelang bulan Ramadan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.