Soal Rekomendasi Cabup Kudus, Hanura Menanti Keputusan PKB

oleh -502 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Beberapa waktu Partai Hanura mendeklarasikan mantan Bupati Kudus M Tamzil sebagai calon bupati (cabup) Kudus yang diusung pada Pilkada serentak 2018. Dukungan yang diberikan saat itu dalam bentuk komitmen, belum secara tertulis.

Dukungan tertulis bakal diberikan jika Tamzil telah mendapatkan dukungan partai lainnya dan menentukan calon wakil bupati (cawabup), yang akan mendampinginya dalam pesta demokrasi di Kudus.

Hal itu dikarenakan jumlah kursi yang dimiliki Hanura di DPRD Kudus hanya berjumlah tiga kursi. Sedangkan syarat untuk mengusung cabup-cawabup Kudus minimal sembilan kursi. Artinya masih kurang enam kursi lagi.

Kini komitmen dukungan Hanura kepada Tamzil terancam dicabut, menyusul tak ada kejelasan dari partai lainnya yang mendukung Tamzil. Seperti diberitakan sebelumnya dalam jumpa pers Tamzil menyebut kemungkinan besar dirinya bakal diusung PKB, Hanura, dan PBB.

Namun hingga seminggu menjelang pendaftaran belum ada kejelasan terkait rekomendasi dari PKB. Mengingat waktu pendaftaran yang semakin mepet dukungan Hanura kepada Tamzil terancam dicabut.

Salah seorang pengurus DPD Hanura Jateng yang sekaligus merupakan anggota DPRD Kudus Sakdiyanto mengungkapkan, pihaknya menunggu sikap politik PKB untuk memberikan rekomendasi kepada Tamzil.

Dia menyadari jumlah kursi yang dimiliki partainya kurang dari persyaratan minimal. “Kami menunggu rekomendasi PKB, kalau mereka memberikan rekomendasi kita akan berikan juga. Kalau mereka tidak, kita juga tidak,” katanya kepada ISKNEWS.COM.

Dia merasa tidak etis jika partainya yang hajya memiliki tiga kursi memberikan rekomendasi lebih dulu. “Buat apa kita berikan rekomendasi kalau nanti akhirnya PKB tidak memberikan? Percuma juga karena tidak memenuhi persyaratan kinimal,” tandasnya.

Disinggung kemungkinan bergabung dengan koalisi PDIP yang mengusung Masan-Noor Yasin, Sakdiyanto menyatakan hal itu bisa saja terjadi. Sebab sebelumnya juga sudah ada ajakan berkoalisi dari PDIP.

“Politi di Kudus masih sangat dinamis, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk koalisi dengan PDIP,” imbuhnya.

Pihaknya meminta Tamzil agar segera melakukan pembicaraan lebih intensif lagi dengan PKB. Agar segera mendapatkan kepastian rekomendasi. “Kami tetap berkomitmen mendukung, tapi kami juga membutuhkan kepastian secepatnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, juru bicara dan tim sukses Tamzil, Mahmudun mengatakan, pihaknya terus bergerak dalam komunikasi dengan partai politik (parpol) yang akan mengusung Tamzil. Dia optimistis Tamzil bakal memenuhi jumlah minimal dukungan parpol, yakni sembilan kursi DPRD Kudus.

Dia menyebut, selain Hanura yang memiliki tiga kursi, saat ini yang masih menjalin komunikasi intensif adalah PBB (1 kursi) dan PKB (6 kursi). “Artinya sudah cukup lah syarat minimal, kan sudah dapat 10 kursi. Kalau yang lain ikut merapat silakan,” ujarnya.

Mahmudun menyampaikan, kemungkinan deklarasi 3 Januari 2018 mendatang. Terkait pendamping Tamzil, sudah diputuskan menggandeng Hartopo yang merupakan kader PDI Perjuangan. “Kita sudah putuskan Pak Hartopo yang akan menjadi wakilnya Pak Tamzil,” tegasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.