Sub Terminal Kalirejo Undaan Aset Desa Yang 16 Tahun Mangkrak

oleh

Kudus, isknews.com – Sub Terminal kalirejo yang semula di proyeksikan untuk digunakan sebagai tempat pemberhentian penumpang bus rute Kota Kudus tujuan Kalirejo dan Lambangan (Undaan), serta Purwodadi (Grobogan) atau sebaliknya hingga kini masih terlihat mangkrak.

Bahkan kondisi subterminal sekarang ini terlihat kumuh. Di sebelah selatan area subterminal yang masih satu blok dengan luasan sama sekitar 4.200 m2, digunakan untuk pembuangan sampah secara liar hingga menumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Setiap pagi hingga siang subterminal digunakan tempat bongkar muat barang milik pedagang pasar. Sedang malam hari sering digunakan untuk hal- hal berbau mesum.

Menurut Kepala Desa Kalirejo, Agus Haryanto yang didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Kalirejo, Faiq Maulana, mengatakan Sub Terminal Kalirejo merupakan tanah desa yang disewa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus sejak tahun 2003.

“Bupati meminta kami berkirim surat untuk melaporkan masalah subterminal di tanah milik desa yang sudah 16 tahun ini mangkrak,” ujarnya, Minggu (01/03/2020).

Menurut Sekdes Faiq, persoalan subterminal Kalirejo ini muncul saat Plt Bupati Kudus datang ke Bendung Wilalung untuk melihat kondisi Sungai Serang yang berbatasan dengan Sungai Wulan, paska terjadi banjir.

Diceritakannya, sesuai perjanjian biaya sewa pertama Rp 9 juta per tahun dan terakhir naik menjadi Rp 12 juta per tahun. Pihaknya telah memberikan perpanjangan sewa hingga Juni 2020.

“Setelah itu pemerintah desa ingin mengambil kembali dan siap memanfaatkan area subterminal seluas 4.200 meter per segi (m2) untuk berbagai kegiatan,” tuturnya.

Antara lain untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan karang taruna, ruang pamer UMKM, serta pusat kuliner desa. Di lokasi subterminal, selama ini tidak pernah ada aktivitas keluar masuk kendaraan penumpang.

Terpisah Plt Bupati Kudus saat melakukan peninjaun di Bendung Wilalung mengatakan, seluruh desa di Kabupaten Kudus diminta segera melapor apabila mengetahui adanya aset milik dinas yang berada di wilayahnya dibiarkan mangkrak.

Mangkrak, kotor dan Banyak Timbunan sampah yang muncul di area Sub Terminal Kalirejo Undaan Kudus (Foto: YM)

Hal itu terucap setelah mendapatkan informasi terjadinya pembiaran aset Subterminal Kalirejo Kecamatan Undaan di belakang pasar desa yang sudah sekitar 16 tahun ini tidak terurus dengan baik.

Hartopo menyatakan siap mempertemukan seluruh pihak terkait, membahas lokasi subterminal mangkrak agar dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta dishub agar mengkaji seluruh asetnya yang belum dapat dikelola dengan baik.

Camat Undaan Kudus Rifai Nawawi mengatakan, sangat tidak efektif kalau subterminal terus dibiarkan mangkrak, karena dishub harus mengeluarkan uang sewa. 

Akhir Desember 2018, pernah digelar pertemuan yang intinya tanah lokasi subterminal diminta kembali oleh desa.

“Saat itu dishub setuju, tetapi hingga kini tidak ada realisasinya,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dishub Kudus Abdul Halil beberapa kali enyampaikan, belum dapat melepas tanah sewa yang digunakan Sub-terminal Kalirejo karena ketiadaan lokasi pengganti.

Subterminal belum berfungsi karena tidak adanya akses masuk yang lancar dari jalan raya menuju lokasi.

“Rencana awal, pemerintah membangun akses penghubung dari jalan desa
selatan pasar hingga subterminal sepanjang sekitar 200 meter, tapi
hingga sekarang belum terealisasi,” terangnya kala itu. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :