Tahun 2019 KPPBC Kudus Sita 20 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp 9,619 Miliar

oleh

Kudus, isknews.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus sepanjang tahun 2019 telah melaksanakan penindakan rokok ilegal di wilayah kerjanya dengan intensitas meningkat tajam.

Hingga pertengahan Desember ini,  telah dilakukan 137 penindakan, atau dua kali lipat lebih dari tahun sebelumnya sebanyak 64 penindakan.

Namun jumlah barang bukti, nilai barang dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan tim intelijen dan penindakan (inteldak) bea cukai setempat, tidak sebanyak dibanding hasil penindakan 2018.

Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno mengatakan, sampai menjelang akhir
tahun ini pihaknya telah menyita 20,029  juta batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 116.532 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), serta 2,871 ton tembakau iris. Selain itu 4.049 keping pita cukai SKM dan 9.283 keping pita cukai SKT diduga palsu.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Musnahkan 23,5 Ton Rokok Ilegal
Ilustrasi foto saat petugas KPPBC Kudus saat memperlihatkan rokok dan pita cukai ilegal pada sebuah operasi beberapa saat lalu (Foto: istimewa)

Total nilai barang yang diamankan mencapai 14,531 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 9,619 miliar. “Jumlah kerugian dihitung dari nilai cukai serta PPn hasil tembakau yang seharusnya dibayar,” ujarnya, melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Kudus, Dwi Prasetyo Rini, Minggu (15/12/2019).

Pihaknya lalu membandingkan dengan penindakan tahun lalu, KPPBC melakukan 74 kali penindakan dengan barang bukti 22,301 juta batang SKM, 2.040 batang SKT dan 7,015 ton tembakau iris. Operasi penindakan akan terus digencarkan selama masih ada peredaran rokok bodong atau ilegal.

TRENDING :  Pemerintah Naikkan Cukai, Produksi Rokok Perusahaan Kecil Bakal Turun

“Untuk menjadi legal itu mudah, sehingga kami selalu meminta seluruh
produsen rokok agar tidak menghindari  kewajiban membayar pungutan
negara melalui cukai,” tegasnya.

Kasi Inteldak KPPBC Kudus, Indra Gunawan menambahkan, jumlah penindakan selama 2019 ini memang cukup banyak, dan mungkin dapat bertambah mengingat masih ada waktu tersisa 15 hari hingga batas akhir tahun.

Penindakan terakhir dilakukan pada 2 Desember dan 5 Desember lalu, dengan barang bukti yang diamankan 225.400 rokok illegal jenis SKM. Indikasi masih maraknya peredaran rokok ilegal terlihat dari hasil penindakan selama dua tahun terakhir.

TRENDING :  MANFAATKAN DBHCHT UNTUK TINGKATKAN KETRAMPILAN

Untuk meminimalkan terjadinya pelanggaran, pemberantasan terus diintensifkan. “Pemberantasan rokok dan cukai ilegal kami lakukan bersamaan dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Selain penindakan, sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha juga terus dilakukan agar mereka tidak membeli dan memproduksi rokok ilegal. Maraknya peredaran rokok ilegal, menurutnya cukup berpengaruh terhadap capaian penerimaan pendapatan dari sektor cukai.

“Sebab pangsa rokok legal yang taat regulasi, tergerus oleh pasar rokok ilegal yang tidak memberi kontribusi terhadap pemasukan pendapatan cukai,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :