TPA Tanjungrejo Kudus Terus Berbenah, Gas Metan hingga Akses Jalan Mulai Ditata

oleh -285 Dilihat
Pemkab Kudus terus melakukan pembenahan di TPA Tanjungrejo, Jekulo. Penataan dilakukan mulai dari terasering timbunan sampah, pengelolaan gas metan, hingga perbaikan akses jalan menuju area landfill guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan. (Foto: ist/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pembenahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kecamatan Jekulo terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Tak hanya fokus pada penataan timbunan sampah, perbaikan juga menyasar pengelolaan gas metan dan akses jalan menuju area pengolahan agar aktivitas di lokasi lebih aman dan tertata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetya mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membenahi sistem pengelolaan sampah di TPA Tanjungrejo secara bertahap.

Menurutnya, salah satu pekerjaan yang kini diprioritaskan yakni penataan gas metan yang muncul dari timbunan sampah. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi risiko kebakaran di kawasan TPA.

“Gas metan mulai kami tata supaya tidak menimbulkan kebakaran. Semua proses penanganan dilakukan bertahap karena memang membutuhkan waktu,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (16/5/2026).

Selain penanganan gas metan, pihaknya juga terus melakukan pembuatan terasering di area timbunan sampah. Metode tersebut diterapkan untuk mengurangi potensi longsor di lokasi landfill.

“Kami membuat terasering agar timbunan sampah lebih aman dan tidak longsor. Setelah itu area tersebut juga kami tutup dengan tanah sesuai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.

Tak hanya fokus pada area pembuangan sampah, akses jalan menuju lokasi pengolahan dan landfill juga mulai dibenahi. Perbaikan dilakukan sedikit demi sedikit agar kendaraan operasional dapat lebih mudah melintas.

“Jalan menuju lokasi juga kami tata supaya nantinya lebih nyaman dilewati. Memang semuanya tidak bisa dilakukan sekaligus, tapi kami terus berproses,” jelasnya.

Didik menyebutkan, luas TPA Tanjungrejo mencapai sekitar 5,8 hektare. Dengan area yang cukup luas tersebut, penataan dilakukan secara berkelanjutan agar pengelolaan sampah semakin tertib dan mendukung sistem controlled landfill.

Di sisi lain, pengolahan sampah melalui program Refuse Derived Fuel (RDF) tetap berjalan untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA. RDF hasil olahan dari Kudus telah dikirim ke PT Semen Gresik sebagai bahan bakar alternatif.

“Pengiriman RDF sudah dilakukan dua kali, pertama sekitar 4 ton dan kedua 5 ton. Selanjutnya kami upayakan bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Sebelumnya, kondisi TPA Tanjungrejo sempat mendapat perhatian dari pemerintah pusat sehingga Pemkab Kudus kini mempercepat berbagai langkah pembenahan. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman, tertata, dan ramah lingkungan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan sampah di TPA,” tandasnya. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.