47 Guru Seni Budaya di Kudus Melukis On The Spot Keindahan Hutan Jati Wonosoco

oleh -280 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan upaya pelestarian hutan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang memiliki peran penting dalam menyangga sistem kehidupan. Sebanyak 47 orang guru kesenian dan budaya menggelar kegiatan melukis on the spot yang dilakukan di area hutan jati Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Rabu (04/11/2020).

Sebelumnya para guru SMP di Kudus yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP se Kabupaten Kudus ini berkoordinasi di SMP Negeri 3 Satu Atap Undaan.

Hal itu disampaikan oleh ketua MGMP Seni Budaya SMP di Kudus Hasan Sunarto, menurutnya selain sedang mengkampanyekan tentang pelestarian hutan dan hayati di kawasan yang sering kali dilanda banjir bandang akibat tanah longsor juga sebagai upaya pihaknya dalam mengusir kejenuhan pembelajaran daring dikalangan guru seni budaya.

Para guru kesenian dan budaya menggelar kegiatan melukis on the spot yang dilakukan di area hutan jati Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Rabu (04/11/2020). (foto: istimewa)

“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bagian pelatihan kompetensi guru. Selain pembelajaran seni budaya dengan sistem daring yang dirasa cukup sulit bagi kami, sebab seni budaya merupakan mata pelajaran yang menitik beratkan pada aspek pembelajaran praktek dan bukan teori,” kata guru SMPN 1 Kudus yang dikenal sebagai pelukis beraliran realis dan seringkali peroleh order melukis sosok para pejabat di Kudus.

Menurut dia, guru seni budaya harus bekerja ekstra dalam memberikan pemahaman kepada siswa. karena dalam senirupa tak hanya dengan media audio atau video saja namun juga ada rasa dan estetika.

“Seperti halnya mengajarkan siswa bagiamana cara membuat sketsa lukisan, mengenalkan teknik-teknik melukis dan lain sebagainya,” tutur dia.

Penyerahan simbolis karya-karya para guru seni budaya kepada SMP 1 Atap Wonosoco sebagai tambahan koleksi galeri seni di sana (Foto: istimewa)

Dijelaskan oleh Hasan, pertemuan kali ini menjadi ajang bagi para guru seni budaya untuk berbagi pengalaman belajar di tengah pandemi.

“Termasuk didalamnya saling bertukar metode-metode pembelajaran daring,” katanya.

Untuk kegiatan melukis on the spot, Hasan mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 47 guru. Hutan jati Wonosoco dipilih pihaknya sebab lokasi tersebut adalah kawasan terbuka yang menyajikan udara segar.

“Kalau di kawasan terbuka, protokol kesehatan utamanya physical distancingnya bisa lebih dijaga. Di sini udaranya segar, menjadikan pikiran lebih fresh,” tambahnya.

Mengangkat tema Hutan Jati, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 47 lukisan. Karya-karya para guru seni budaya ini selanjutnya diberikan kepada SMP 1 Atap Wonosoco sebagai tambahan koleksi galeri seni di sana.

“Karya-karya ini kami harapkan dapat menjadi media pembelajaran apresiasi seni bagi siswa SMP 1 Atap Wonosoco,” ujar Hasan.

Terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan mengaku mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para guru seni budaya. Menurutnya, sharing pembelajaran dan asah skill penting dilakukan para guru.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan suntikan semangat pada para guru, agar tidak patah arang dalam mengajar secara daring,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.