Apel Siaga, Bawaslu Kudus Deklarasikan Pemilu Damai dan Berintegritas

oleh -542 kali dibaca
Deklarasi damai, Bawaslu Kudus dan sejumlah tamu undangan saat melepas balon dalam apel siaga jelang satu tahun pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Apel Siaga yang digelar untuk menandai tepat jelang satu tahun pelaksanaan Pemilu serentak 2024 digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dipimpin oleh ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan bersama anggotanya serta para tamu undangan juga mendeklarasikan bersama pelaksanaan pemilu damai dan berintegritas.

Deklarasi ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang dilakukan oleh anggota Bawaslu Kudus, Panwascam, ormas keagamaan, Dinas Kesbangpol, polisi dan stakeholder terkait.

Menurut Wahibul Minan, deklarasi ini sebagai bentuk komitmen bawaslu untuk menyukseskan Pemilu 2024 mendatang yang digaungkan pada saat apel siaga pengawasan satu tahun menuju pemilu serentak 2024, di halaman sekretariat Bawaslu Kudus, Selasa (14/02/2023) sore.

“Apel ini digelar serentak yang menandakan kesiapan Bawaslu dalam mengawasi pemilu yang akan digelar tepat satu tahun kedepan atau 14 Februari 2024. Di Kudus, dari sembilan kecamatan yang ada, masing-masing akan diawasi oleh tiga pengawas pemilu tingkat kecamatan (Panwascam) dan 132 Panitia Pengawas Kelurahan/Desa (PPKD) di setiap desa,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah sangat siap untuk melakukan pengawasan dalam pemilu 2024 yang digelar serentak. Mulai persiapan hingga pelaksanaan kami awasi dengan acuan kerja yang ada, sehingga bisa menjaga demokrasi yang luber dan jurdil.

” Bawaslu juga perlu menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga hingga melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.

Pihaknya akan mengawasi sejumlah kegiatan Parpol yang melibatkan masyarakat, kegiatan tersebut masih dalam batas ketentuan, lantaran belum ada jadwal tetap terkait kampanye parpol bisa diselenggarakan. Sehingga masih disebut sebagai kegiatan pengenalan partai politik kepada masyarakat Kudus.

“Bawaslu mengimbau agar partai politik tidak melibatkan unsur-unsur yang tidak diperkenankan terlibat dalam dunia politik. Seperti contoh aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan parpol yang sudah dilakukan masih bagian dari bentuk mengenalkan parpol ke masyarakat, meskipun (saat ini) tahapan kampanye belum dimulai,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, Bawaslu Kabupaten Kudus juga berupaya melakukan pengawasan terhadap semua proses menuju Pemilu Serentak 2024. Termasuk melakukan pengawasan intensif di daerah-daerah yang berpotensi terjadi penyelewengan. 

“Jadi, prioritas kami (pengawasan, red) di daerah yang memiliki calon legislatif seperti di Undaan, Mejobo, dan beberapa dapil lainnya,” ujar dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.