Bawaslu Kudus Gandeng Karang Taruna Awasi Pemilu 2019

oleh

Kudus, isknews.com – Tahapan Pemilu saat ini sudah memasuki masa kampanye terbuka dan suhu politik sudah semakin meninggi, untuk itu Bawaslu mengajak kepada peserta dan masyarakat agar ikut terlibat untuk mengawasi, meski tidak dibayar atau hanya secara relawan dan ikhlas.

Hal tersebut di sampaikan oleh Wahibul Minan, Ketua Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) Kabupaten Kudus  pada kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu Tahun 2019 yang bertema “Bersama Rakyat awasi Pemilu bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu”  di Hotel Gryptha Jati Kudus di hadapan sejumlah perwakilan anggota Forum Karang Taruna se kabupaten Kudus, Kamis (04/04/2019).

“Bahwa partisipasi dalam pemilu oleh Karang Taruna tak hanya sebatas memilih saja, tetapi turut berperan dalam pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Agar pemilu berjalan lancar dan damai.

TRENDING :  Bawaslu Kudus Identifikasi 2214 Pemilih Bermasalah

“Karang taruna itu organisasi yang mempunyai akar sampai bawah. Di setiap desa, Karang Taruna ada. Jadi diharapkan partisipasinya untuk membantu mengawasi hajat pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden,’ ujar dia.

Partisipasi itu, lanjut Minan, bisa berbentuk pengawasan terhadap proses pemilu. Mulai dari masa penjaringan hingga masa penetapan hasil.

“Pada intinya, masyarakat baik itu pemilih pemula seperti anggota pramuka/karang taruna mengetahui apa saja yang diperkenankan maupun yang dilarang pada proses pemilu,” cetusnya.

Menurutnya, Bawaslu hanya bisa mengajak dan menghimbau melalui sosialisasi kepada masyarakat untuk menolak Money politik karena melanggar UU yang berlaku.

“Seorang Caleg atau calon pemimpin lainnya bila sudah melakukan money politic pada pemilihan dirinya, pasti ujung-ujungnya kalau sudah jadi tidak akan baik,” kata dia.

TRENDING :  Inilah Tempat Terlarang Untuk Kampanye, Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi
Sejumlah perwakilan Karang Taruna di Kudus saat mengikuti kegiatan sosialisasi Pengawasan Partisipasif yang di gelar oleh Bawaslu Kudus (foto: YM)

Sementara itu,  Rif’an komisioner Bawaslu Koordinator divisi pengawasan, Humas dan Hubal pada kesempatan tersebut menyampaikan, keterbatasannya jumlah personil Bawaslu, maka kami menghimbau agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu Tahun 2019.

“ Tahapan Pemilu sudah memasuki masa kampanye terbuka dan sudah ada sebagian tim yang berkoordinasi ke Bawaslu tentang persyaratannya untuk melaksanakan kampanye terbuka. Pemilu dilaksanakan secara serentak di RI baru  sekali ini, jadi ini merupakan sebuah pengalaman pertama bagi kami para penyelenggara Pemilu 2019, KPU beserta jajarannya adalah Pelaksana Pemilu sedangkan Bawaslu beserta jajarannya adalah sebagai pengawas Pemilu,” ungkap dia.

TRENDING :  Komisi A DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Bawaslu Kudus

Pentingnya pengawasan partisisipatif masyarakat ini mutlak dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pemilu yang jurdil dikarenakan jumlah pengawas Pemilu yang belum memadai dalam satu wilayah.

“Tanggung jawab Pemilu secara subtansial adalah tanggung jawab semua komponen masyarakat sehingga masyarakat perlu dilibatkan dalam rangka menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak rakyat, sebagai bagian dari kontrol nasional,” tutur dia.

Hal-hal yang di perlukan pengawasan partisipasif dari masyarakat pada pengawasan masa kampanye sebelum hari H  adalah melakukan pencegahan dan penindakan praktik politik uang maupun barang.

“Melakukan penertiban alat peraga, pencegahan dan penindakan praktif kampanye oleh peserta Pemilu dengan melibatkan stakeholder seperti aparat keamanan,Tomas, kelompok masyarakat dan pemerintah sedangkan pengawasan dilakukan oleh seluruh jajaran Panwaslu melalukan patroli pengawasan pada 14, 15 dan 17 April 2019 dengan serentak,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :