Gandeng Pendeta Se Kudus, Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

oleh
Suasana sosialisasi program Bawaslu Kudus di Gereja GSJPDI Bukit Sion Kudus, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus (foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kudus melakukan road show sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka pemilu 2019. Kali ini, sasaran yang disambangi adalah komunitas pendeta se Kabupaten Kudus.

Bertempat di GSJPDI Bukit Sion Kudus, Desa  Dersalam, Kecamatan Bae, sebanyak 75 pendeta yang tergabung dalam Komunitas Pendeta se-Kabupaten Kudus itu mendapatkan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu, yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang.

Dalam kesempatan ini, ketua Bawaslu Kudus, Wahibul Minan, mengatakan kegiatan ini dilakukan guna mencegah aksi kampanye di tempat ibadah yang dilakukan oleh oleh para calon legialatif (caleg).

TRENDING :  KPU Tindak Lanjuti 4018 Pemilih Ganda di Kudus

“ Kami berharap kepada para pendeta agar menseterilkan gereja dari pemanfaatan ajang kampanye pemilu 2019. Sebagimana UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pasal 20 ayat 1 huruf H mengatur bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas Pemerintahan, tempat ibadah dan tempat pendidikan”. Ujarnya, Selasa (12/02/2019).

TRENDING :  Sukses Gelar Pesta Demokrasi, KPU Kudus Lakukan Evaluasi Fasilitasi Pemilu 2019

Wahibul Minan mengaku tempat ibadah dan pendidikan menjadi titik rawan pelanggaran Pemilu. Untuk itulah, ia berusaha menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu.

“Tugas kita sebagai masyarakat, tidak hanya datang ke TPS saja. Tetapi juga ikut mengawasi prosesnya,” katanya.

Pengawasan dilakukan ditujukan untuk mencegah munculnya pelanggaran, baik pidana mau pun kode etik sebagimana yang sudah diatur dalam undang-undang. Wahibul Minan, meminta kepada masyarakat untuk lapor kepada Bawaslu apabila mendapati dugaan pelanggaran Pemilu.

TRENDING :  Komisi A DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Bawaslu Kudus

Ia juga berharap agar tokoh-tokoh gereja juga berpartisipasi menyosialisasikan  kepada jemaatnya agar menolak politik uang, ujaran kebencian, sara dan hoaks.

“Kami berpesan kepada para  pendeta untuk menyampaikan pesan-pesan pemilu agar disampaikan kepada para jemaatnya di masing-masing gereja,” tandasnya.

Bagi para caleg maupun timses dia juga menghimbau untuk bisa meningkatkan komunikasi kepada KPU dan Bawaslu. “Buat caleg atau timses yang akan mengadakan kegiatan, jangan lupa konfirmasi ke kami dan KPU. Selama ini yang sering terjadi mereka tidak melaporkan kegiatan yang dilakukan,” pesan dia

Hadir pula dalam kesempatan ini, anggota Bawaslu Kudus, Kasmi’an, dari Divisi Sengketa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :