Kapolsek Kudus Kota Edukasi Santri soal Bahaya Kenakalan Remaja dan Kejahatan Online

oleh -112 Dilihat
Foto: Dok. Polsek Kudus Kota

Kudus, isknews.com – Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan, S.H., M.H., memberikan edukasi kepada para santri Pondok Pesantren Putri Al Khoridah terkait bahaya kenakalan remaja dan kejahatan online. Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif untuk membekali generasi muda agar lebih waspada terhadap pengaruh negatif di era digital.

Sosialisasi bertajuk “Antisipasi Fenomena Kenakalan Remaja dan Kejahatan Online” ini dilaksanakan pada Kamis malam pukul 20.00–21.50 WIB, bertempat di Aula Pondok Pesantren Putri Al Khoridah, Jl. KH. Turaichan Adjhuri No. 285, Kudus. Acara diikuti oleh sekitar 78 santri dan dipandu langsung oleh KH Muhammad Nafis Ilmi selaku pengasuh pondok sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pengasuh pondok, antara lain Hj. Dr. Bakhita Aida, S.Kom., M.Sos., Ustadzah Ismatul Maula, dan Ustadzah Inna Mustainah.

Dalam materinya, AKP Subkhan menyoroti bahwa kenakalan remaja umumnya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, serta tokoh idola yang dikagumi. “Kalau tidak diarahkan dengan baik, ketiganya bisa memicu perilaku negatif yang membahayakan masa depan remaja itu sendiri,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah kasus kenakalan remaja yang kini marak terjadi, mulai dari konsumsi miras yang dibeli secara daring, penyalahgunaan kos per jam, aksi balap liar yang dirancang lewat media sosial, hingga keterlibatan dalam kelompok gangster. Selain itu, ancaman kejahatan siber seperti phishing, judi online, penipuan daring, hingga pinjaman ilegal juga mulai menyasar kalangan usia muda.

Guna mencegah hal-hal tersebut, AKP Subkhan memberikan sejumlah tips dan langkah antisipasi, serta memperkenalkan sistem peradilan anak dan peraturan hukum terkait yang penting dipahami oleh para santri sebagai bentuk perlindungan diri.

KH Muhammad Nafis Ilmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap para santri mampu membentengi diri dari pengaruh buruk era digital dengan tetap menjaga akhlak dan semangat belajar. “Ini sangat bermanfaat untuk memperkuat karakter santri dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para santri tampak aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu yang dibahas. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :