Aktifis di Kudus Ini Gelar Doa Bersama, Gerakan Spiritual Untuk Keselamatan Bangsa

oleh -1,220 kali dibaca
Sejumlah aktifis LSM dan Majelis Manaqib Nusantara saat menggelar acara doa bersama di alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa 29/08/2023 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Puluhan aktifis di Kudus yang selama ini dikenal sebagai sosok penggerak aksi demonstrasi dan kritik sosial lainnya, melepas atribut lembaganya dan bergabung bersama dalam kegiatan bernuansa spiritual dengan menggelar doa bersama.

Kegiatan yang bertajuk Dzikir dan manaqib bersama itu dilaksanakan oleh Majelis Manaqib Nusantara bersama Lembaga Sosial Masyarakat Pemantau Korupsi dan Pemerintah (LSM PKP) dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78 dan HUT Kabupaten Kudus yang ke 474 tahun.

Ketua Majelis Manaqib Nusantara, Arwani menyampaikan, acara yang dihelat pagi itu sekaligus berdoa untuk meminta keselamatan dan kesehatan masyarakat agar utuh bersatu dalam acara berdoa bersama yang digelar secara lesehan bertenda di depan air mancur Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (29/08/2023).

“Ada sebanyak 45 ingkung yang dihadirkan dalam kegiatan dzikir dan manaqib bersama pada kali ini yang merupakan sumbangan dari berbagai elemen masyarakat yang peduli pada agenda doa bersama kali ini yakni para aghniya’, masyarakat yang menghendaki, pada initinya ini murni bantuan dari berbagai lapisan masyarakat dan digelar tanpa tendensi politik apapun,” katanya.

Kegiatan ini sendiri diikuti oleh para jemaah, paguyuban pelestari budaya nusantara, anggota LSM PKP, serta dari Majelis Manaqib Nusantara yang ada di Kabupaten Kudus.

Arwani menjelaskan, kegiatan manaqib ini sudah 3 tahun berjalan. Dzikir bersama disebut akan menjadi agenda rutin oleh Majelis Manaqib Nusantara setiap Selasa Kliwon, untuk meminta kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Manaqib ini untuk meruwat bumi nuswantoro, berdoa dengan dizkir manaqib dengan harapan agar seluruh rakyat Indonesia menjelang Pemilu 2024 diberikan keselamatan kesehatan sehingga tetap utuh bersatu,” ujarnya.

Setelah kegiatan di depan Kantor Bupati Kudus ini, lanjut Arwani, pihaknya akan melanjutkan kegiatan roadshow di sejumlah makam yang ada di Kabupaten Kudus. Adapun kegiatannya sama, yakni dzikir dan manaqib bersama.

“Kali ini pemilihan lokasi di Alun-Alun karena ini wujud bentuk kegiatan yang bersifat umum, karena untuk kepentingan nasional. Lha mungkin setelah ini keliling ke makam-makam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arwani mengatakan bahwa setelah kegiatan doa bersama, maka akan dilanjutkan dengan makan bersama di lokasi kegiatan. Kemudian, ada beberapa ingkung yang akan dibawa pulang oleh jemaah.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Majelis Manaqib Nusantara, Bin Subiyanto menambahkan, pada ujung bulan Agustus semua kaum pergerakan  lintas generasi  disadarkan untuk melakukan refleksi dan merenungkan bahwa  ternyata  cita-cita kemerdekaan 1945 makin  menjauh.

“Juga cita cita  reformasi tidak tersentuh hingga dekade sekarang ini. Ideologi pancasila terancam. Praktek politik sarat  misteri. Jauh dari ideal, hukum tidak berpijak pada keadilan, kualitas pendidikan menurun dan ekonomi terpuruk,” ujar Bin Subiyanto ditempat yang sama.

Menurutnya, Majelis Manaqib Nusantara melangkah bukan dengan gerakan sosial berupa demo dan bukan  gerakan kritik radikal. Melainkan memilih jalan gerakan spiritual yakni berdoa, berdzikir, laku batin menurut keyakinan).

“Bahkan majelis Manaqib Nusantara mengajak aktifis demontrans dan jiwa-jiwa perubahan  untuk mengikuti gerakan spiritual ini,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.